Blog

Kebutuhan Listrik dan Internet Photobox: Angka yang Harus Kamu Tahu

Manajer mall akan tanya "butuh berapa watt?" dan jawaban asal bikin unitmu berbagi MCB dengan gerai lain. Ini angkanya.

Kebutuhan Listrik dan Internet Photobox: Angka yang Harus Kamu Tahu

Waktu nego titik di mall, ada satu pertanyaan yang hampir pasti muncul dan hampir selalu dijawab asal: "Ini butuh listrik berapa watt?" Kalau kamu jawab "nggak banyak kok", kemungkinan besar kamu dapat colokan yang satu MCB dengan gerai sebelah — dan Sabtu malam, waktu printer-mu mencetak sementara mesin kopi tetangga menyala, MCB itu turun.

Listrik dan internet adalah dua infrastruktur yang paling sering diremehkan operator baru, dan dua-duanya menyerang tepat di jam paling mahal.

Berapa watt sebenarnya?

Yang bikin bingung: konsumsi photobox itu nggak rata. Sebagian besar waktu, unitmu adem. Tapi begitu printer dye-sublimation mulai mencetak, thermal head-nya menarik daya besar selama 10-15 detik per lembar.

  • Printer dye-sub: sekitar 20-40W saat diam, melonjak ke 300-400W saat mencetak.

  • PC mini / NUC: 30-65W.

  • Layar sentuh: 30-50W, tergantung ukuran.

  • Ring light LED: 30-60W.

  • Kamera + adaptor: 10-20W.

Artinya unitmu diam di sekitar 150W, tapi puncaknya menyentuh 500-600W saat mencetak. Minta jalur yang bisa menampung setidaknya 1300VA, dan yang lebih penting: minta jalur yang nggak dibagi dengan peralatan berdaya besar lain. Satu stopkontak dedicated jauh lebih berharga daripada tambahan watt di atas kertas.

Stabilizer dan UPS: mana yang benar-benar perlu?

Printer dye-sub paling benci satu hal: listrik yang drop di tengah cetakan. Yang terjadi bukan cuma gagal cetak — ribbon bisa nyangkut atau putus, dan kamu kehilangan satu roll plus waktu memperbaikinya di lokasi.

  • Kalau tegangan di lokasimu naik-turun (umum di ruko dan cafe kecil), stabilizer 1000-2000VA adalah investasi Rp500rb-1 juta yang paling murah di seluruh unit ini.

  • UPS line-interactive 1200VA cukup menahan PC, layar, dan kamera selama 10-15 menit — cukup untuk melewati kedip listrik dan mematikan sistem dengan rapi.

  • Jangan colok printer ke output baterai UPS. Lonjakan dayanya saat mencetak akan membuat UPS kelas ini menjerit atau langsung mati. Colok printer ke jalur surge-protected saja.

  • UPS bukan untuk tetap beroperasi saat mati lampu — itu ilusi mahal. UPS adalah untuk mati dengan selamat.

Internet: yang penting bukan kecepatan

Ini yang sering mengejutkan. Photobox nggak butuh internet cepat. Satu foto composite biasanya 1-3 MB; GIF atau Live photo lebih besar. Dengan 25 sesi sehari, kamu bicara ratusan MB per hari — bukan puluhan giga.

Koneksi 5-10 Mbps sudah lebih dari cukup. Yang benar-benar penting adalah stabilitas, bukan angka di speed test. Dan di sinilah wifi venue mengecewakan: banyak yang pakai captive portal yang minta login ulang tiap beberapa jam, atau memblokir perangkat yang bukan HP pengunjung.

  • Kalau bisa, minta jalur LAN kabel ke titikmu. Ini permintaan yang wajar dan biasanya dikabulkan.

  • Kalau nggak bisa, router 4G dengan kartu data sendiri (Rp200-300rb/bulan) melepaskanmu dari birokrasi IT venue sepenuhnya. Untuk ukuran ketenangan yang kamu dapat, ini murah.

  • Pembayaran QRIS jelas butuh koneksi — verifikasinya jalan ke gateway. Ini alasan paling kuat untuk punya koneksi cadangan sendiri.

Apa yang terjadi kalau internet putus

Booth nggak langsung mati. Ada offline grace — default-nya 7 hari — dan selama itu unit tetap melayani tamu. Hasil foto masuk antrean upload dan menyusul terkirim begitu koneksi balik. Antrean yang menumpuk itu terlihat di dashboard, jadi kamu tahu ada yang salah di lokasi bahkan sebelum ada yang menelepon.

Yang paling terdampak adalah pembayaran. Tamu nggak bisa menyelesaikan QRIS tanpa koneksi. Jadi kalau internet venue tumbang di Sabtu malam, jalur cadanganmu adalah voucher dan sesi yang dibuat operator — dan itu artinya harus ada orang yang bisa melakukannya. Ini persis kenapa router 4G cadangan lebih murah daripada kelihatannya.

Apa yang terjadi kalau listrik mati

Jujur saja: unit mati. Nggak ada software yang menyelamatkanmu dari mati lampu. Yang bisa kamu lakukan adalah membatasi kerusakannya — UPS untuk shutdown yang rapi supaya PC dan cetakan yang sedang berjalan nggak korup, dan pengecekan sederhana sebelum tanda tangan kontrak: tanya apakah titikmu masuk jalur genset. Banyak mall punya genset, tapi hanya untuk area tertentu — dan titik kecil di koridor sering nggak termasuk.

Setelah listrik balik, hal pertama yang kamu cek dari HP adalah status booth: sudah online lagi belum, terakhir aktif kapan, dan status kamera serta printernya normal atau nggak. Unit yang nyala tapi kameranya nggak terdeteksi setelah listrik balik adalah pemandangan yang jauh lebih umum daripada yang kamu kira.

Kesimpulan: siapkan jalur listrik dedicated yang sanggup menampung puncak 500-600W, pasang stabilizer kalau tegangan lokasimu labil, pakai UPS untuk mati dengan selamat (bukan untuk terus jalan), dan jangan pernah menggantungkan pemasukanmu pada wifi venue. Internetmu nggak perlu cepat — dia cuma perlu hidup di jam yang tamu sedang berdiri di depan mesinmu.